skip to main |
skip to sidebar
- barang siap mempermainkan cintanya
pasti akan menuai dipermainkan cinta
hanya soal waktu cara tempat terjadinya
maka mari kita tabur benih cinta sejati
pasti akan menuai buah cinta yg aduhai
- BERSABAR YANG SAKRAL
kau merapatkan tubuhmu
aroma kita menyatu padu
getaran hangat merambat
tatapan matamu sayu layu
angguk rasamu memohon
kutahu maumu akupun mau
tapi ini tak boleh kita mulai
karena kita harus bersabar
sampai saatnya menjelang
sampai semuanya direstui
bersabarlah
bertahanlah
takkan lama lagi saatnya tiba
akan bertemu antara badai
akan bertanding antar gelora
gelombang cinta dan birahi
sampai lunglai kusut masai
hingga benderang mentari
- SEJAK KAU PERGI
bunga mawar yang kau tanam semakin subur
tetap kusirami dengan sepenuh hati dan cinta
hari berganti minggu berganti bulan bergulir
tak terasa setahun kau pergi mengejar cita
musim berganti kemarau pun datang meranggas
helai daun mawarmu gugur satu persatu...layu
bagai hatiku yang mengerang gersang menatikanmu
kesetianmu berkabar mulai surut karena dalih sibuk
keraguanku mulai bertunas kini berbunga kepedihan
goda dan coba silih berganti datang bergelombang
meski demikian aku akan pegang ikrar dan janjiku
untuk tetap satya menanti kau kembali menjemputku
dalam kegersangan diujung kemampuanku datanglah
betapa hati ini merintih dalam kesunyian malam dingin
gelora jiwaku terpasung dalam mimpi tembang cinta
segralah datang kekasih bawa aku melayang ke nirwana
dalam buaian kidung dan kantata firdauzi nan abadi
jangan kau tunda kekasih aku sudah letih diambang lara
segeralah menjelang getar getar dahagaku puaskanlah
- KAU TERNYATA ....
diujung malam melintas gang kecil
kuantar kau kekost kostanmu yg kecil
tercekat rasanya mengetahui semuanya
kau yang dipuja puji dikagumi penggemarmu
ternyata bersandar dan terdampar ditempat ini
senyum dan tawariamua adalah sandiwara hidupmu
smakin kagum aku padamu atas segala kesederhanaanmu
takkan sanggup aku menerima cinta tulusmu atas percayamu
aku kuatir menambah deret insan yang menyakitimu karna asmara
kita berteman saja...biarkan semua apa adanya
- HAPUS AIRMATA GALAU-MU
sejatinya...setiap ungkapan katakata galaumu
menyentuh seluruh relung hati dan sukmaku
andai kau tahu betapa berkeping rapuh hatiku
saat kaupun rapuh.....saat kau terapaksa sendiri
bagaimana kuharus ungkapkan rasa ini untukmu
agar kau yakin bahwa kau tak layak galau
jalan panjang masih membukakan peluang
ini bukan kisah remaja yang rentan pada goda
tetapi kisah kita yang teguh pada tujuan asa
kekasih hapus air matamu...tatap masa depan
belajarlah yakin kepadaku dikekurangam ku
aku sedang merenda titian waktu untuk kita
hapus ragumu...hapus airmata galaumu
aku kan selalu bersamamu hingga akhir waktu
- Airmata
ini menyadarkan aku bahwa cinta ini hanyalah aku dan bukan engkau walau
seharusnya cinta itu adalah kita... Karena cinta ini hanyalah rasa yang
separuh aku dan engkau tak merasakan separuhnya. Mengapa rasa ini
berlebih untukmu walau tanpa sambutmu... Mengapa rasa ini hanya
menggantung dan tak jatuh dalam hatimu... Mengapa hanya aku yang
mencintaimu dan mengapa engkau tak melirik sedikitpun rasa yang ku
tawarkan untuk engkau genggam.
- >> Aku.......
Di ibaratkan hujan
Dingin dan selalu keluarkan air mata
Lemah dan selalu bersedih
Ketika satu satu orang disekitarku pergi
Aku hanyalah perempuan
Tak seindah Siti Khadijah
Tak secantik Aisyah RA
Yang memimpikan laki laki istimewa
Pantaskah aku ?
Aku juga bagai daun kering
Yang terombang ambing angin
Hilang dan mudah terbakar
Remuk dan bertanah
Mengapa aku lihat senja di ujung fajarku
Ketika yang aku takutkan mengelilingiku
Ya Allah...
Aku harapkan cintaku atas kemurahanMU
Bukan karna mataku
Apalagi nafsuku
0 komentar:
Posting Komentar