Senin, 13 Mei 2013

KATA GALAU DAN CINTA UNTUK PASANGANMU


  • barang siap mempermainkan cintanya
    pasti akan menuai dipermainkan cinta
    hanya soal waktu cara tempat terjadinya
    maka mari kita tabur benih cinta sejati
    pasti akan menuai buah cinta yg aduhai

  •  BERSABAR YANG SAKRAL
    kau merapatkan tubuhmu
    aroma kita menyatu padu
    getaran hangat merambat
    tatapan matamu sayu layu
    angguk rasamu memohon
    kutahu maumu akupun mau
    tapi ini tak boleh kita mulai
    karena kita harus bersabar
    sampai saatnya menjelang
    sampai semuanya direstui
    bersabarlah
    bertahanlah
    takkan lama lagi saatnya tiba
    akan bertemu antara badai
    akan bertanding antar gelora
    gelombang cinta dan birahi
    sampai lunglai kusut masai
    hingga benderang mentari

  •  SEJAK KAU PERGI
    bunga mawar yang kau tanam semakin subur
    tetap kusirami dengan sepenuh hati dan cinta
    hari berganti minggu berganti bulan bergulir
    tak terasa setahun kau pergi mengejar cita
    musim berganti kemarau pun datang meranggas
    helai daun mawarmu gugur satu persatu...layu
    bagai hatiku yang mengerang gersang menatikanmu
    kesetianmu berkabar mulai surut karena dalih sibuk
    keraguanku mulai bertunas kini berbunga kepedihan
    goda dan coba silih berganti datang bergelombang
    meski demikian aku akan pegang ikrar dan janjiku
    untuk tetap satya menanti kau kembali menjemputku
    dalam kegersangan diujung kemampuanku datanglah
    betapa hati ini merintih dalam kesunyian malam dingin
    gelora jiwaku terpasung dalam mimpi tembang cinta
    segralah datang kekasih bawa aku melayang ke nirwana
    dalam buaian kidung dan kantata firdauzi nan abadi
    jangan kau tunda kekasih aku sudah letih diambang lara
    segeralah menjelang getar getar dahagaku puaskanlah

  •  KAU TERNYATA ....
    diujung malam melintas gang kecil
    kuantar kau kekost kostanmu yg kecil
    tercekat rasanya mengetahui semuanya
    kau yang dipuja puji dikagumi penggemarmu
    ternyata bersandar dan terdampar ditempat ini
    senyum dan tawariamua adalah sandiwara hidupmu
    smakin kagum aku padamu atas segala kesederhanaanmu
    takkan sanggup aku menerima cinta tulusmu atas percayamu
    aku kuatir menambah deret insan yang menyakitimu karna asmara
    kita berteman saja...biarkan semua apa adanya

  •  HAPUS AIRMATA GALAU-MU
    sejatinya...setiap ungkapan katakata galaumu
    menyentuh seluruh relung hati dan sukmaku
    andai kau tahu betapa berkeping rapuh hatiku
    saat kaupun rapuh.....saat kau terapaksa sendiri
    bagaimana kuharus ungkapkan rasa ini untukmu
    agar kau yakin bahwa kau tak layak galau
    jalan panjang masih membukakan peluang
    ini bukan kisah remaja yang rentan pada goda
    tetapi kisah kita yang teguh pada tujuan asa
    kekasih hapus air matamu...tatap masa depan
    belajarlah yakin kepadaku dikekurangam ku
    aku sedang merenda titian waktu untuk kita
    hapus ragumu...hapus airmata galaumu
    aku kan selalu bersamamu hingga akhir waktu

  •  Airmata ini menyadarkan aku bahwa cinta ini hanyalah aku dan bukan engkau walau seharusnya cinta itu adalah kita... Karena cinta ini hanyalah rasa yang separuh aku dan engkau tak merasakan separuhnya. Mengapa rasa ini berlebih untukmu walau tanpa sambutmu... Mengapa rasa ini hanya menggantung dan tak jatuh dalam hatimu... Mengapa hanya aku yang mencintaimu dan mengapa engkau tak melirik sedikitpun rasa yang ku tawarkan untuk engkau genggam.

  •  >> Aku.......
    Di ibaratkan hujan
    Dingin dan selalu keluarkan air mata
    Lemah dan selalu bersedih
    Ketika satu satu orang disekitarku pergi

    Aku hanyalah perempuan
    Tak seindah Siti Khadijah
    Tak secantik Aisyah RA
    Yang memimpikan laki laki istimewa
    Pantaskah aku ?

    Aku juga bagai daun kering
    Yang terombang ambing angin
    Hilang dan mudah terbakar
    Remuk dan bertanah

    Mengapa aku lihat senja di ujung fajarku
    Ketika yang aku takutkan mengelilingiku

    Ya Allah...
    Aku harapkan cintaku atas kemurahanMU
    Bukan karna mataku
    Apalagi nafsuku

0 komentar:

Posting Komentar