HAGH FISH
Ikan Hagfish adalah ikan purba pemakan bangkai yang dipercaya memiliki hubungan dengan mahluk vertebrata tertua yang pernah ada.
Ikan
ini dikenal sebagai ikan yang memiliki cara makan yang menjijikkan.
Bila ada bangkai yang teronggok di dasar laut, maka, ia akan mencari
lubang di bangkai itu. Dari lubang itulah kemudian ikan Hagfish makan.
Saat
makan pun, ikan Hagfish tak hanya melahap makanan dari mulutnya.
Menurut penelitian yang dilaksanakan oleh para peneliti, ikan Hagfish
ternyata juga makan melalui kulit dan insangnya.
Tak
heran bila ikan buta ini berusaha untuk menelusup ke dalam lubang
bangkai mahluk yang telah mati. Pasalnya, saat ia bisa masuk ke dalam,
ia akan menyerap nutrisi berkonsentrasi tinggi.
Selama
ini, hanya binatang invertebrata (yang tak punya tulang belakang) yang
menyerap makanan mereka dari kulit, seperti cacing atau moluska. Namun,
tidak ada binatang vertebrata (bertulang belakang) yang bisa
melakukannya.
COELACANT
Koelakan (coelacanth) mungkin adalah salah satu ikan teraneh sekaligus
terseram yg pernah ada. Bagaimana tidak, ikan ini memiliki tubuh besar
(panjang rata-ratanya 2 m), gigi tajam yg penuh taring, serta tubuh
bersisik kasar. Ia memiliki 4 pasang sirip mirip kaki di sisi tubuhnya
& bentuknya sepintas mirip arwana (bukan Tukul Arwana). Sebagai
tambahan,ikan ini memiliki sirip ekor yg kecil di ujung ekornya. Ikan
ini bergerak dengan cara yg sedikit lebih aneh dibanding ikan lainnya.
Ia menggerakkan sirip di sisi tubuhnya seperti cara bergerak hewan
melata di darat. Jika sirip kanan depannya maju, maka sirip kiri
depannya bergerak mundur. Itulah sebabnya ia hanya bisa bergerak lambat
di dasar laut
Koelakan hidup di gua-gua bawah laut. Pada siang hari, mereka tidur
bersama dan baru keluar mencari makan pada malam hari. Satu hal yg unik
adalah, meskipun mereka tidur bersama pada siang hari, mereka hanya
berburu sendirian di malam hari. Dan lagi, walaupun bertubuh besar &
bertampang menyeramkan, ikan ini bukanlah predator yg ganas. Makanannya
hanyalah zooplankton serta hewan dasar laut yg lambat atau sekarat. Hal
unik lainnya, ikan ini juga sering menjadi mangsa bagi ikan lain
seperti kerapu atau hiu dasar laut, padahal penampilannya yg garang
seharusnya membuat pemangsanya takut lebih dulu
Para ahli pertama kali mengetahui koelakan dari fosilnya yg berusia
sekitar 360 juta tahun yg lalu, jauh lebih tua dari dinosaurus yg fosil
tertuanya berumur 250 juta tahun. Koelakan diperkirakan sudah punah
sejak 70 juta tahun yg lalu, bersamaan dengan punahnya dinosaurus.
Itulah sebabnya para ahli begitu terkejut ketika ada seseorang yg
berhasil menangkap ikan ini hidup-hidup pada tanggal 23 Desember 1938 di
Kepulauan Komoro, dekat Afrika Selatan. Banyak argumen mengenai
bagaimana ikan ini tidak ikut punah bersama dinosaurus. Salah satunya
adalah karena ikan ini hidup di gua-gua bawah laut, ikan ini bisa
bertahan saat terjadi kondisi 'kiamat' yg memusnahkan dinosaurus
Hal unik (kebanyakan make kata unik, lg kurang inspirasi..) sekaligus
membanggakan lainnya adalah, ikan ini ternyata juga ada di Indonesia!
Mulanya ada seorang pakar terumbu karang dari Kalifornia berjalan-jalan
di pasar ikan di Sulawesi Utara. Ia curiga karena salah satu ikan yg
dijual bentuknya tidak lazim. Ia pun melakukan wawancara dengan nelayan
setempat & dengan bantuan LIPI, ia berhasil menangkap seekor ikan
koelakan hidup-hidup pada September 1998 dengan alat pancing hiu laut
dalam. Ikan itu diketahui memiliki panjang 1,24 m, berat 29 kg, &
berkelamin betina
Walaupun terlihat istimewa, bagi nelayan Sulawesi Utara, ikan ini
bukanlah ikan yg luar biasa. Mereka kadang-kadang tanpa sengaja
menangkapnya ketika sedang melaut di daerah sekitar karang. Ikan ini
biasa disebut sebagai Raja Laut. Para nelayan tidak begitu berminat
dengan ikan ini karena jika dijual di pasar, harganya tidak tinggi &
bisa laku lebih karena pembelinya tidak bisa membedakan koelakan dengan
ikan kerapu. Kalau sudah begitu, nasib pembelinya yg sial karena jika
ikan ini dimakan, orang yg memakannya bisa mencret gara-gara kandungan
lemaknya yg begitu tinggi
Sejak ditemukan hidup-hidup oleh peneliti, harga koelakan di pasaran
langsung melonjak tajam. Sejumlah orang dari luar datang karena
berkeinginan untuk meneliti ikan ini. Sebagian lainnya datang untuk
membeli ikan ini sebagai koleksi dengan harga jutaan rupiah. Karena saat
itu zaman Krismon, wajar mata nelayan jadi ijo. Hal yg dikhawatirkan
adalah jika ikan ini sampai menjadi barang selundupan seperti ketika
ditemukan pertama kali oleh peneliti di Komoro. Satu-satunya harapan,
semoga peraturan internasional bisa mengekang hal itu agar ikan ini
tidak punah...
MEGALODON
Megalodon adalah spesies ikan hiu purba raksasa yang
hidup sekitar 20 hingga 1,2 juta tahun lalu. Hiu ini berukuran lebih
besar dari sebuah kapal pesiar. Namanya sendiri berarti “gigi yang
besar”. Hewan ini termasuk jenis hiu perairan dalam yang jarang naik ke
permukaan kecuali untuk mencari mangsa.
Isu yang tersebar, meski hiu ini belum pernah ditemukan dalam keadaan
hidup, banyak di antara kalangan ilmuwan berpendapat bahwa hiu ini masih
hidup, dan termasuk fosil hidup. Keturunan dekat hiu ini adalah hiu
putih.
HELICOPRION
Helicoprion masih kerabat dekat dari hiu, salah satu hewan yang mampu
bertahan hidup hingga saat ini. Helicoprion diperkirakan bertahan hidup
hingga awal era Triassic sekitar 225 juta tahun yang lalu, sampai
akhirnya punah.
Ahli purbakala memperkirakan bahwa helicoprion merupakan salah satu hiu
prasejarah yang memiliki struktur rahang yang unik. Dengan ukuran tubuh
yang bisa mencapai 15 kaki, bisa dibayangkan jika hewan ini masih
berkeliaran di laut di era modern ini.
Jika kita lihat gambar dari Helicoprion, susunan giginya tampak berbeda
dengan hiu pada umumnya,namun helicoprion memiliki kesamaan dengan
kerabat dekatnya itu. Gigi - giginya juga akan tanggal dan akan
digantikan dengan gigi yang baru. Gigi yang menyerupai seperti gergaji
ini sangat tajam dan digunakan untuk membunuh mangsanya dengan mudah.